30
Sep
07

Warisan dan persamaan matematika

Konsultan pajak? saya sudah lama dengar keberadaannya. Konsultan pajak keuangan? Akhir-akhir ini semakin banyak dicari orang. Konsultan waris? Sepertinya masih berupa profesi yang langka, kalau tidak mau dibilang belum ada. Anda berminat?

Kalau berminat, anda harus menguasai dulu pemahaman atas Q.S.4:11-12. Ditambah pengetahuan tentang persamaan matematika. Ini buktinya.

Kasus yang paling sederhana dalam pembagian waris adalah warisan yang hanya dibagikan kepada anak. Rumus yang diperintahkan Allah dalam ayat itu adalah anak laki-laki mendapat 2 kali dari anak perempuan. Dengan bahasa matematika perbandingan laki-laki (x) dan perempuan (y) adalah

x:y = 2:1

atau

x=2y (1)

Contoh nyatanya pernah terjadi pada keluarga saya. Ibu saya adalah 3 bersaudara yang terdiri dari 1 anak laki dan 2 anak perempuan. Bagaimana persentase pembagian warisan dari kakek saya?

Kalau seluruh hartanya 100%, maka

1 anak laki + 2 anak perempuan=100%

Atau

x + 2y = 100%

x = 100%-2y (2)

Untuk mengetahui berapa % masing-masing anak mendapatkan warisan, kita harus selesaikan 2 persamaan di atas

x= 2y (1)

x=100%-2y (2)

2y=100%-2y

4y=100%

y=25%

x=2 x 25%= 50%

Dengan demikian anak laki-laki mendapat 50% dan anak perempuan masing-masing mendapat 25%. Kalau harta yang ditinggalkan bernilai Rp10juta, ibu saya mendapat warisan sebesar Rp2,5juta.

Cobalah anda hitung jika ada 3 anak laki-laki dan 1 anak perempuan. Kalau berhasil, anda jangan langsung pasang iklan sebagai konsultan warisan karena perhitungan lebih rumit harus anda uji lagi, seperti misalnya yang mendapat waris bukan hanya anak tapi ada pula orang tua dari yang meninggal.


5 Responses to “Warisan dan persamaan matematika”


  1. 5-Oktober-2007 pukul 4:36 pm

    kalo perhitungannya sih menurut saya bukan sebuah masalah yang besar.. sekarang kan banyak tool2 yang bisa dimanfaatkan.. minimal spreadsheet macem Excel bisa digunakan.. nah sekarang tu masalahnya lebih ke memahami hukum waris itu sendiri.. kaya’nya dulu waktu SMA pernah diajarin, tapi sekarang udah gak inget apa2.. :p

  2. 2 kurnia
    5-Oktober-2007 pukul 10:40 pm

    itu yang dikhawatirkan. Orang yang ahli dalam hukum waris tapi kurang memahami matematika atau sebaliknya, orang yang menguasai matematika tetapi tidak berminat mempelajari hukum waris.

  3. 3 Putri A.R
    22-Juni-2009 pukul 8:38 pm

    materi yang lebih mendetail tolong juga ditampilkan.Trims

  4. 4 Dhito
    3-Desember-2009 pukul 1:08 pm

    terima kasih banyak atas postingannya,
    untuk teknisnya bgmn y?
    misal, jika jumlah harta berupa tanah yg dibagi tidak sama dengan jumlah ahli waris, selain dijual, apa ada opsi lain? misalnya sertifikat atas salah satu ahli waris, dengan status berhutang sekian rupiah kepada ahli waris lain. Atau ada opsi-opsi lain selain dijual? Syukron.

  5. 3-Desember-2009 pukul 4:56 pm

    @ Putri: yang detail bisa dibaca di buku🙂
    @ Dhito: saya bukan ahli fikih, jadi kemungkinan pendapat saya ini salah. Tapi menurut saya, tanah itu bisa dijual lalu hasil penjualannya dibagi berdasarkan persentase pembagian waris. Opsi kedua juga bisa dilakukan: sertifikat diatasnamakan ke salah seorang ahliwaris (misal namanya A). Kemudian si A ini berhutang kepada yang lain sesuai dengan persentase waris tetapi dengan syarat harga tanah harus disepakati oleh semua pihak (harga pasar) agar jelas si A ini punya hutang berapa rupiah kepada saudaranya yang lain. Wallahu ‘alam.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: