21
Sep
07

Ikhlas

Ikhlas itu sulit dijelaskan.  Sampai-sampai, beberapa orang ustadz menggambarkan sikap ikhlas itu salah satunya terjadi pada saat kita kentut.  Lega. Plong. Tiada lagi yang dipendam di dalam hati.  Kalau betul kata ustadz itu, berarti ikhlas itu lawan kata dari dongkol, ngedumel, dan sejenisnya.

Betul nggak ya? Kok saya kurang setuju tuh.

Ingat kisah Umar bin Khatab (seorang sahabat Nabi Muhammad SAW) ketika mencium hajar aswad (batu hitam di sisi Kabah)?  Umar berkata, “Sesungguhnya aku tahu bahwa engkau ini batu yang tidak memberi mudharat dan tidak pula memberi manfaat. Jikalau tidaklah karena saya melihat nabi saw mencium engkau, niscaya saya tidak akan menciummu pula.” (Hadits Shahih Bukhari no : 830)

Sahabat nabi itu ngomel.  Apakah Umar tidak ikhlas pada saat mencontoh perilaku nabi itu? Saya yakin beliau ikhlas.  Mengapa?

  • Umar bin Khatab adalah salah satu dari sepuluh sahabat nabi yang dipastikan masuk surga.
  • Umar bin Khatab dikenal sebagai pemberani sehingga syetan pun takut kepadanya.  Padahal, salah satu syarat agar manusia tidak diganggu syetan adalah sikap ikhlas (Q.S 38:82-83)

Dengan begitu, ikhlas itu bukan lawan kata dari ngedumel atau dongkol, melainkan lawan kata dari riya.  Artinya bisa saja kita tidak happy dengan tugas shalat atau puasa, tapi kalau kita lakukan karena kesadaran kita bahwa itu perintah dari Allah, kita bisa dibilang ikhlas.  Jadi kita lakukan itu semata-mata karena perintah Allah, bukan karena ingin dipuji manusia.

Bener nggak ya? Komentar Anda ditunggu loh


2 Responses to “Ikhlas”


  1. 20-Agustus-2009 pukul 3:04 pm

    memang Pak, Ikhlas itu semata2 hanya mengharap Ridho Allah.
    Setuju 100%. Hanya kadang, ada beban yang kita tidak sanggup memikulnya, tapi ada perasaan harus memikulnya. Untuk menghibur dan menguatkan keyakinan , ya mungkin dengan mentafakuri firman Allah di akhir2 Surat Al-Baqarah “Allah tak akan menguji hambanya melainkan dengan sesuai kesanggupannya”.

    Jadinya, ya sementara masih bisa untuk tidak mengeluh..hehe
    Btw, trims atas sharingnya Pak.

  2. 2 Heri Sutrisno
    7-Januari-2010 pukul 5:52 pm

    Setuju, ikhlas itu kita tetap berangkat dalam kondisi ringan maupun berat karena Allah telah memerintah dan Rasul telah mencontohkan.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: