Arsip untuk Kategori 'Islam'

14
Des
07

Idul Adha 1428H: Ikut Arab Saudi?

Pemerintah Indonesia memutuskan bahwa Idul Adha 1428 H jatuh pada tanggal 20 Desember 2007. Begitu juga ormas-ormas Islam. Itu artinya, 1 Dzulhijah 1428 H bertepatan dengan tanggal 11 Desember 2007. Kalau kita lihat lagi perhitungan dengan MoonC, pada tanggal 9 Desember 2007, di Jakarta, bulan masih terbenam lebih dulu dibandingkan dengan matahari. Selisihnya sekitar 18 menit 15 detik. Dengan demikian bulan Dzulqaidah dibulatkan menjadi 30 hari sehingga tanggal 1 Dzulhijah 1428 H jatuh pada tanggal 11 Desember 2007.

Bagaimana dengan kondisi di Mekkah? Lagi-lagi, berdasarkan perhitungan MoonC, pada tanggal 9 Desember 2007, di Mekkah, bulan juga terbenam lebih dulu dibandingkan matahari dengan selisih 22 menit 36 detik. Artinya, 1 Dzulhijah 1428 H sama dengan Jakarta, jatuh pada tanggal 11 Desember 2007 dan 10 Dzulhijah 1428 H jatuh pada 20 Desember 2007. Namun demikian, ternyata, Pemerintah Arab Saudi, memenetapkan bahwa 10 Dzulhijah 1428 H jatuh pada 19 Desember 2007.

Bagaimana kita menyikapi perbedaan ini? Karena ini pernah terjadi pada beberapa tahu yang lalu, saya telah membuat postingan untuk hal ini pada Hari lebaran berbeda lagi?

08
Okt
07

Ramadhan bulan latihan?

Saya menulis artikel ini pada malam tanggal 26 Ramadhan 1428H. Sudah 25 hari umat muslim berpuasa. Anda yang rajin bertarawih di masjid, ingatkah ada berapa penceramah yang menjelaskan bahwa Ramadhan itu bulan latihan? Latihan sabar, latihan menahan hawa nafsu, latihan menahan lapar dan haus, latihan meningkatkan intensitas ibadah. Kalaupun tidak banyak, sepertinya ada beberapa penceramah yang menyatakan hal tersebut. Benarkah Ramadhan itu bulan latihan?

Saya tanya kepada beberapa teman saya, apakah ada hadis atau ayat alquran yang secara eksplisit atau implisit menyatakan bulan Ramadhan itu bulan latihan. Teman saya tidak ada yang tahu ada nash yang menyatakan hal tersebut. Karena teman saya bukan ulama (bahkan level ustadz pun tidak), saya jadi belum yakin benar. Nah, kalau Anda tahu ada nash nya, sampaikan segera ke saya dan Anda tidak usah meneruskan membaca artikel ini.

Kalau memang tidak ada hadis atau ayat Quran yang menyatakan bahwa Ramadhan bulan latihan, itu artinya saya boleh berbeda pendapat. Dan menurut saya, bulan latihan adalah kesebelas bulan lain selain Ramadhan. Sedangkan bulan Ramadhan adalah bulan “pertempuran/pertandingan”. Alasannya?

Saya harus menganalogikan “latihan” dan “pertempuran/pertandingan” seperti seorang tentara atau olahragawan.

  1. Bagi seorang tentara atau olahragawan, mana yang paling panjang waktunya apakah latihan atau pertempuran/pertandingan? Umumnya lebih lama latihan. Latihan bisa berbulan-bulan tetapi pertandingan atau turnamen berlangsung hanya sebulan. Analogi bulan Ramadhan: Ramadhan hanya 1 bulan, sisanya ada 11 bulan.
  2. Mana yang mempunyai risiko lebih besar, apakah melakukan kesalahan pada masa latihan atau pada masa pertempuran/pertandingan. Pasti risiko lebih besar pada masa pertempuran/pertandingan. Seorang tentara yang melakukan kesalahan pada saat latihan, paling keras risikonya dimarahi oleh komandan. Tapi di medan pertempuran, risikonya nyawa melayang. Seorang kiper yang kebobolan gawangnya pada masa latihan, risikonya diminta latihan lebih baik oleh pelatihnya. Tapi di pertandingan sesungguhnya, risikonya adalah kekalahan tim. Analogi bulan Ramadhan: batal puasa di bulan Ramadhan, ada risiko (qada, fidiyah, atau puasa 2 bulan/memberi makan orang miskin). batal puasa sunnah di bulan lain, tidak ada risikonya
  3. Keberhasilan pada saat latihan hanya sedikit mendapat penghargaan (maksimal berupa pujian). Keberhasilan pada saat pertempuran/pertandingan bisa mendapat penghargaan yang melimpah: hadiah uang, kenaikan pangkat, bisa juga disebut sebagai pahlawan. Analogi bulan Ramadhan: pahala ibadah sunnah pada bulan Ramadhan setara dengan pahala ibadah wajib di bulan lain. Pahala ibadah wajib di bulan Ramadhan nilainya 70 kali pahala ibadah wajib di bulan lain.

Dengan begitu, bisa dikatakan bahwa bulan lain di luar Ramadhan adalah bulan latihan. Biasakanlah shalat malam di bulan lain, agar pada saat bulan Ramadhan kita tidak merasa berat melakukan shalat malam yang pahalanya dilipatgandakan. Biasakanlah puasa sunnah di bulan lain, agar pada saat bulan Ramadhan kita merasa ringan melakukan puasa wajib yang pahalanya dijanjikan langsung oleh Allah SWT. Biasakanlah membaca Alquran di bulan lain, sehingga pada saat bulan Ramadhan kita bisa lebih serius mengkaji makna isi Alquran.

Begitulah akal saya berkata. Tapi, sekali lagi, jika ada nash yang menyatakan bahwa Ramadhan itu bulan latihan (baik eksplisit maupun implisit), saya cabut wacana ini, dan saya sami’na wa ato’na.

29
Sep
07

Hari Besar (Libur) Islam

Di Indonesia, kita mempunyai banyak libur nasional.  Cuma 1 hari yang berkaitan dengan nasionalisme yaitu 17 Agustus.  Sebagian besar yang lain berhubungan dengan tema agama.  Libur yang katanya Hari Besar Islam ada berapa ya?  Idul Fitri (2 hari), Idul Adha, Isra Miraj, 1 Muharam, dan Maulid Nabi.  Perlu gak sih libur untuk hari-hari itu?

Pada Idul Fitri dan Idul Adha ada ibadah yang perlu dilakukan yaitu shalat ied.  Khusus Idul Adha bahkan ada tambahan lagi yaitu pemotongan hewan kurban.  Jadi, kedua hari perayaan ini memang perlu diliburkan.

Kalau Isra Miraj, 1 Muharam, dan Maulid Nabi?  Tidak ada syariat tertentu yang menyatakan pada ketiga hari itu ada ibadah khusus.  Jadi buat apa diliburkan?

Tapi, ada pula usulan, agar Indonesia terlihat islami, libur jangan di hari minggu, tapi di hari Jumat, karena Jumat merupakan salah satu dari hari raya Islam seperti hadist Nabi:

Diriwayatkan pula dai Amir al-Asy’ari, dia berkata, Aku mendengar Rasulullah saw bersabda: “Sesungguhnya hari Jumat itu merupakan hari rayamu, karena itu janganlah kamu berpuasa pada hari itu, kecuali jika kamu berpuasa sebelum atau sesudahnya!” (HR al-Bazar dengan sanad yang hasan)

Pengusul ini lupa, bahwa di dalam Q.S 62:10, Allah memerintahkan bahwa setelah shalat Jumat kita harus bekerja kembali.  Tersirat di situ, hari Jumat tidak harus libur.

Lalu, kapan kita perlu libur?

Saya pernah mendengar pandangan seorang ustadz, yang mengusulkan libur atau cuti tahunan selama 10 hari diambil pada 10 hari terakhir bulan Ramadhan.  Seperti kita tahu, 10 hari tersebut muslimin disunahkan untuk itikaf, yaitu kegiatan tinggal di dalam mesjid (tidak pulang ke rumah) untuk melakukan berbagai ibadah di tempat tersebut.  Kalau tidak libur atau cuti, mana mungkin kita bisa melakukannya.

Poin lain yang ingin saya sampaikan di sini adalah masyarakat Indonesia perlu menata ulang hari liburnya.  Saat ini terlalu banyak libur di Indonesia.  Tadi saya baru menyebutkan hari libur dari Islam yang menurut saya tidak perlu libur.  Belum lagi dari agama lain, yang mungkin kalau dikaji lagi belum tentu ajaran agama tersebut memerlukan libur pada hari-hari itu.  Kita masih perlu kerja keras untuk mengejar ketertinggalan.  Masih perlu banyak waktu untuk mengejar.  Mengapa libur kok banyak sekali?

28
Sep
07

Pilih lebaran tanggal berapa (Idul Fitri 1428 H)?

Postingan yang lalu mengenai lebaran yang berbeda rupanya mendapat kunjungan tertinggi hingga hari ini (28 Sept 2007) di blog saya.  Ada indikasi bahwa banyak yang mencari informasi mengenai hari idul fitri yang (diprediksi) berbeda ini.  Menurut saya, seperti diimbau oleh banyak kalangan, jangan lah perbedaan ini dibesar-besarkan hingga terjadi perpecahan.  Silakan kita memilih sesuai dengan keyakinan kita dan ilmu kita.  Nah, yang terakhir ini (ilmu) penting. Jangan sampai kita memilih secara membabi buta tanpa tahu mengapa kita memilih. Lanjutkan membaca ‘Pilih lebaran tanggal berapa (Idul Fitri 1428 H)?’

27
Sep
07

Ketupat dan Kartu Lebaran

Saya sering menikmati ketupat karena benda yang satu ini sering tampil bersama ketoprak dan gado-gado: salah satu menu kegemaran saya. Tetapi, untuk urusan membuat ketupat, seingat saya, keluarga kami hanya sekali dalam setahun membuat ketupat. Momennya adalah hari lebaran atau Hari Raya Idul Fitri. Anda juga? Kemungkinan besar, ya. Itulah sebabnya ketupat bisa menjadi simbol makanan perayaan Hari Idul Fitri.

Bukan itu saja, ketupat juga sering menjadi simbol yang tampil di kartu lebaran. Nah, sampai di sini saya kurang sreg. Kenapa sih, perayaan Idul Fitri dilambangkan dengan makanan? Kok sepertinya umat muslim Indonesia ini setelah berpuasa selama sebulan penuh di Bulan Ramadhan, kembalinya ke makan-makan juga. Padahal kan, kata ustadz-ustadz, seharusnya kita kembali ke fitrah: seperti bayi yang baru lahir.

Lebih elok kalau kartu lebaran itu dilambangkan dengan, misalnya, mesjid, kaligrafi, atau dekorasi sajadah. Paling tidak itu melambangkan umat muslim yang kembali ke “ruang-ruang” ibadah karena ketakwaannya telah dipompa di Bulan Ramadhan.

Syukurlah, desainer grafis di tempat saya bekerja telah membuat kartu lebaran untuk perusahaan dengan gambar mesjid sehingga saya tidak perlu memintanya untuk mengganti, jika gambarnya berupa ketupat.

25
Sep
07

Hari Lebaran Berbeda Lagi?

Kelihatannya tahun 1428 H ini, umat Islam di Indonesia akan mengalami perbedaan hari 1 Syawal (lagi).  Muhammadiyah sudah mengumumkan 1 Syawal 1428 H bertepatan dengan 12 Oktober 2007.  NU masih menunggu rukyatul hilal pada 11 Oktober 2008 2007.  Kalau tidak terlihat (dan kemungkinan besar tidak terlihat), NU akan menetapkan 1 Syawal 1428 H bertepatan dengan 13 Oktober 2008 2007.

Mengenai hal ini, saya punya tulisan yang dibuat pada tahun 2005.  Memang bukan soal Idul Fitri, melainkan mengenai Idul Adha.  Karena ada beberapa kesamaan permasalahan, saya post di sini.  Berikut tulisannya.

Lanjutkan membaca ‘Hari Lebaran Berbeda Lagi?’